Perkembangan Pesat TV Analog ke TV Digital

Televisi atau TV menjadi suatu kata yang diambil langsung dalam bahasa Yunani yakni “ T E L E V I S I O N “. Jika dijabarkan kembali, maka memiliki makna Tele = Jauh, sedangkan Vision = Gambar. Kemudian jika diambil pengertian dalam bahasa Jerman menjadi “ f e r n s e h e n “ atau Fern yang dapat diartikan menjadi jauh dan Sehen menjadi Melihat. Perkembangan zaman untuk saat ini juga semakin pesat ditambah lagi, teknologi baru sudah mulai bermunculan. Otomatis, TV jaman dulu dengan TV jaman sekarang memiliki perbedaan yang cukup signifikan sekali. 

Bisa diketahui oleh seluruh masyarakat Indonesia, bahwa TV yang dulu muncul pertama kali memiliki gambar Hitam Putih sebelum benar-benar munculnya TV Berwarna. Televisi atau TV yang berwarna ini sendiri sudah menggunakan sistem RGB atau sistem yang memadukan warna antara Merah, Hijau dan Biru. 

Lalu jika kembali lagi pada masa-masa kalian kecil, maka akan menemukan TV jaman dulu hanya memiliki layar beberapa Inci saja serta Televisi sendiri masih menggunakan yang namanya VACUNTUBE. Jadi pada intinya, TV ini membutuhkan tempat yang besar serta ukurannya sendiri bisa saja sama dengan 1 buah lemari ukuran sedang. Dan tempat seperti lemari ini biasanya digunakan untuk meletakkan Vacuntube dikarenakan memang bentuk atau ukurannya besar. 

Lalu perkembangan selanjutnya adalah TV Tabung yang mana monitor atau layarnya memang benar-benar mirip seperti tabung. Keberadaan dari TV Tabung ini cukup lama bahkan sampai detik ini juga masih ada keberadaannya. Barulah di era-era modern mulai bermunculan TV Digital yang memiliki layar datar dan jauh semakin tipis lagi rupanya. Selain itu, kualitas dari gambar dan suaranya juga semakin hari semakin bagu dan tentunya jernih karena adanya penggunaan dari sistem RGB tadi. 

Sekilas Pengertian TV Analog dengan TV Digital 

Televisi (TV) Analog – menjadi sebuah alat yang digunakan hanya untuk mengkodekan informasi serta gambar dengan memvariasikan Voltase serta frekuensi dari sinyal yang ada. Kemudian, seluruh sistem yang ada sebelum kehadiran dari TV Digital ini bisa dimasukan langsung ke sistem analog. Sistemnya memang dianggap jauh lebih ribet atau katakanlah sulit. Dan memang benar sistem TV Analog ini membutuhkan antena serta kabel agar mempermudah segala proses dalam penyiaran. 

Televisi (TV) Digital – dimana ini menjadi jenis TV yang memang menggunakan langsung Modulasi Digital serta sistem Kompresi hanya untuk bisa menyebarkan sinyal berupa : Video, Audio serta data ke pesawat televisi. Alat yang satu ini memang dikenal sangat canggih dan tidak membutuhkan antena berkabel namun, membutuhkan adanya perangkat yang digunakan dalam menangkap jaringan sinyal pada tv tersebut. Nantinya perangkat atau alat tersebut mampu menangkap suatu jaringan dengan sendirinya atau secara otomatis, yang akan langsung dipancarkan kembali dengan radiasi sinyal berasal dari satelit penyiaran TV tersebut. 

Alasan adanya pengembangan TELEVISI DIGITAL : 

1) Pada sebuah perubahan lingkungan eksternal, hal ini memang langsung mencakup pada = pasar dari TV Analog yang memang sudah sangat jenuh serta banyaknya kompetisi, dengan menggunakan sistem penyiaran satelit dan juga TV Kabel. 

2) Perkembangan pada teknologinya = yang langsung mengikuti Teknologi pemrosesan sinyal digital, lalu transmisi dari dunia digital, adanya semikonduktor hingga peralatan yang memiliki resolusi jauh lebih tinggi. 

Perbedaan Mutlak TV Analog dengan TV Digital 

Dalam hal ini ada 2 perbedaan cukup mutlak yang bisa dirasakan dari keberadaan perkembangan dunia Televisi Analog dengan Digital, Seperti :

1.1 Perbedaan yang sudah paling mendasar sekali diantara sistem penyiaran – yang mana TV Digital dengan TV Analog ini sudah terletak pada sebuah penerimaan gambar melalui pemancar. Untuk sistem TV Analog sendiri semakin hari semakin jauh dari hadirnya pemancar Televisi dan sinyal sendiri akan mulai melemah dan juga penerimaan dari gambar bisa jauh semakin buruk dan berbayang pada akhirnya. Sedangkan untuk TV Digital bisa kalian ketahui langsung, siaran gambar, audio, video visualnya sangat jernih dan bisa kalian nikmati sampai dimana titik sinyal ini benar-benar tidak dapat diterima kembali. 

2.2 Televisi dari dunia Digital ini bisa menggunakan adanya 1 frekuensi saja dalam menerima beberapa saluran televisi digital. Jadinya, sangat amat menguntungkan dikarenakan frekuensi sudah menjadi sumber daya terbatasnya.  

Inikah Transisi TV Analog ke TV Digital ? 

Transisi sendiri dimulai dari pesawat televisi analog yang menjadi pesawat televisi digital dengan membutuhkan pergantian dari perangkat pemancar televisi dan si penerima siaran televisi tersebut. Agar nantinya bisa diterima penyiaran digital ini, amka diperlukan sekali pesawat televisi digital. Akan tetapi, jika pada dasarnya kalian ingin menggunakan pesawat analog saja, maka penyiaran dari digital ini bisa langsung saja ditangkap dengan sebuah alat tambahan yang dinamai dengan  “ Kotak k o n v e r t e r “. 

Ketika sudah mulai menggunakan adanya pesawat TV Analog, maka disini sinyal penyiaran digital juga akan mudah diubah oleh Kotak Konverter tersebut menjadi sebuah sinyal TV Analog. Dengan begitu, pengguna pesawat TV Analog ini akan tetap bisa menggunakan siaran analog dan secara perlahan-lahan nantinya bisa beralih ke teknologi siaran digital tanpa harus mengalami putus layanan siaran yang sudah lama digunakan selama ini. 

Andai Indonesia (Sudah) Pindah ke Televisi Digital... Halaman all -  Kompasiana.com

Yang namanya sebuah proses transisi ini pasti berjalan secara perlahan dan bisa di minimalisirkan tentang resiko dari kerugian yang terutama sekali dihadapi oleh operator televisi hingga masyarakat yang ada. Resiko ini sendiri berupa sebuah informasi mengenai program siaran dan perangkat tambahan yang memang harus dipasang. Sebelum masyarakat ini bisa mengganti televisi analognya menjadi TV Digital, maka masyarakat bisa menerima siaran Analog ini dari pemancar televisi yang langsung menyiarkan tv Digital. 

Sedangkan untuk operator dari TV memiliki resiko kerugian yang bersumber pada biaya membangun Infrastruktur penyiaran yang sudah dibangunnya selama ini layaknya : Studio, Bangunan, SDManusia dll. Penerapan pada pola kerja dengan calon penyelenggara digital sendiri pada akhirnya mampu menyebabkan operator televisi ini tidak dihadapkan lagi pada sebuah resiko yang jauh berlebihan. 

5 TV Digital Terbaik Dengan Harga Cuma 1 Jutaan

Dan pada tahun-tahun kedepannya, penyelenggara dari penyiaran televisi digital ini bisa dibedakan ke dalam 2 posisi yakni sebagai penyedia dari jaringan serta penyedia dari isi yang ada. Perpindahan dari sinyal Analog ke sinyal digital juga sudah dilakukan di sejumlah negara maju dalam waktu beberapa tahun yang lalu. Dan rata-rata Negara Maju ini masih jauh mendominasi dalam pemakaian dari sistem penyiaran TV Digital. 

Pengaruh Keberadaan TV Digital di Dunia Penyiaran Indonesia

Pada sebuah proses dari penyiaran secara Digital ini pastinya memiliki dampak positif serta negatif bukan ? nah berikut ini kami berikan perbedaan nyata antara kedua dampak tersebut yakni : 

  • Dampak Positif

1. Memiliki sebuah kualitas dari gambar yang jauh lebih jernih, halus serta tajam.

2. Mengalami pengurangan terhadap sebuah efek Noise.

3. Diberikan kemudahan dalam recovery sebuah penerima dengan adanya error correction code. 

4. Bisa mengurangi adanya sebah efek doppler jika nantinya menerima siaran TV dalam sebuah kondisi yang bergerak alias aktif. 

5. Sinyal digital juga bisa untuk menampung segala macam jenis program siaran di dalam satu paket saja. Hal ini dikarenakan dalam pemakaian Bandwidth TV Digital tidak akan sebesar dari TV Analog. 

  • Dampak Negatif 

1. Regulasi dari sebuah penyiarannya sendiri harus bisa diperbaiki.

2. Standarisasi yang ada memang harus segera kalian tentukan dengan sebaik mungkin hanya untuk perangkat dan teknologi yang nanti akan digunakan.

3. Industri dari pendukung ini juga harus bisa disiapkan sesegera mungkin. Baik itu dari perangkat hingga content di dalamnya. 

4. Jika ada kanal Televisi Digital sendiri harus bisa diberikan dengan secara sembarangan kepada para pendatang baru. Selain itu, penyelenggara TV Digital terrestrial juga harus bisa membangun sendiri infrastrukturnya dari NOL !

Itu saja yang bisa saya sampaikan mengenai perkembangan dari dunia Televisi ini. Untuk referensi artikel di dapatkan dari blog adytya-rezza.blogspot.com dengan artikel yang terbit berjudul Perkembangan TV Analog. Terima Kasih…